Tumbuh kembang anak sudah pasti menjadi perhatian utama orang tua. Hal tersebut juga berlaku atas tahap perkembangan bayi dari merangkak ke proses berjalan. Bayi belajar merangkak untuk melatih keseimbangan dan kekuatan ototnya. Selain itu sistem kemampuan motorik halus si kecil terlatih, berkat gerakan lengan dan kaki ketika harus menopang tubuh. Fase merangkak memang salah satu tahapan penting bagi bayi sebelum akhirnya bisa berjalan. Umumnya anak secara alami belajar merangkak begitu memasuki usia 8 hingga 12 bulan. Proses merangkak tidak selamanya berjalan mulus, ada yang bisa langsung duduk, merayap, bahkan berjalan. Lantas berbahayakah bila bayi langsung berjalan dan melewatkan fase merangkak? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Pendapat Ahli untuk Bayi Langsung Berjalan Tanpa Merangkak

Cukup banyak orang tua yang memiliki bayi langsung berjalan tanpa merangkak. Si kecil terlihat tertatih-tatih membuat langkah pertamanya. Hal ini sontak menjadi perhatian para ahli untuk mengemukakan pendapat mereka.

Peristiwa buah hati langsung berjalan masih dianggap sebagai hal yang normal terjadi. Belum ditemukan adanya catatan konsekuensi medis terkait bayi yang melewatkan proses merangkak. Beth Ellen Davis, dari Madigan Army, Tacoma, Amerika Serikat, sebagai seorang ahli tumbuh kembang anak. Dirinya mengatakan jika keterlambatan perkembangan si kecil lebih bergantung pada kemampuan berbicara.

Hal serupa juga disampaikan oleh Susan, seorang profesor dari Universitas Mississippi, Amerika Serikat. Menurutnya perilaku anak yang langsung berjalan menunjukkan kelebihan pada kemampuan motorik kasar. Sehingga secara otomatis tidak melakukan fase merangkak terlampau lama.

Bayi yang enggan merangkak umumnya hanya mau tengkurap tanpa berminat menggerakkan tangan dan kakin. Selama keterlambatan tersebut tidak dibarengi dengan lambatnya fase perkembangan yang lain. Orang tua masih boleh bernafas lega dan tidak perlu meminta bantuan dokter untuk mengatasinya.

Berbeda ceritanya jika buah hati Anda tidak bisa merangkak, lantaran memiliki anggota badan yang lemah. Cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter anak agar penanganan medis sejak dini bisa diberikan.

Alasan Bayi Penting Melakukan Fase Merangkak / Crawlling

bayi langsung berjalan

Tentunya ada alasan yang mendasari lebih baik melakukan fase crawlling ketimbang bayi langsung berjalan. Merangkak sudah jelas mengembangkan kemampuan anak, mulai dari sistem motorik kasar dan halus, menjaga keseimbangan, hingga membantunya lebih mampu mengkoordinasikan antara mata, tangan dan kaki.

Kecerdasan spasial buah hati Anda terasah dengan sangat baik pada fase merangkak. Si kecil akan belajar bagaimana memecahkan masalahnya secara sederhana. Selain itu efektif menambah kemampuan visual. Saat bergerak anak akan berusaha meraih benda-benda yang menarik.

Upaya mendapatkan benda-benda yang si kecil inginkan, otomatis menciptakaan proses koordinasi antara otak kanan dan kiri. Bukan hanya lebih lincah bergerak, tetapi bayi meningkat kepekaannya dalam memproses suara, gerakan sekitar, dan bentuk benda.

Ketika anak mulai bergerak untuk merangkak rasa percaya dirinya juga terbentuk. Naluri alaminya mengajarkan bagaimana mengambil keputusan. Seperti akan bergerak ke arah mana, atau mau mencari siapa, hendak mengambil apa. Keinginan anak menjadi lebih jelas untuk ia ekspresikan.

Waktu Terbaik Buah Hati Belajar Menyeimbangkan Gerakan

Alih-alih membahas waktu terbaik bagi bayi langsung berjalan, orang tua harus mengetahui kapan seharusnya anak merangkak. Meski sejatinya setiap anak memiliki fase yang berbeda, tetapi fase crawlling terjadi dalam rentang usia 8-12 bulan.

Kemampuan merangkak akan diawali dengan posisi duduk yang sempurna. Artinya si kecil tidak terhuyung-huyung saat mengambil posisi duduk. Termasuk mampu duduk tanpa bantuan benda maupun orang disekitarnya. Dengan begitu anak memiliki kemampuan menahan berat kepala dan tubuhnya sendiri. Tangan dan kaki berperan menahan beban dengan menguatkan otot tubuhnya.

Tahukah Anda jika cara merangkak bayi cukup unik dan tidak selalu serupa. Jangan heran atau panik ketika buah hati menggesekkan perut di lantai dengan posisi tiarap. Bahkan adapula crawlling dengan postur yang mirip beruang. Si kecil juga bisa saja bergerak hanya menggeser satu kaki saat posisi masih setengah duduk.

Latihan Bagi Si Kecil Mengasah Kemampuan Motorik

Demi mencegah bayi langsung berjalan, maka orang tua harus melatih kemampuan motoriknya. Tummy time, merupakan upaya pertama untuk buah hati memasuki fase merangkak. Anda dapat membalik posisi tidur si kecil menjadi tengkurap. Saat tengkurap anak akan berusaha mengangkat kepalanya, termasuk menggerak-gerakkan kaki dan tangan sehingga lebih kuat.

Pancing keinginannya untuk bergerak menggunakan mainan yang menarik perhatian si kecil. Letakkan mainan pada jangkauan pandang anak, hal ini akan menstimulasinya untuk bergerak mengambil mainan tersebut. Teruslah memberi semangat dengan memanggil nama anak dan bertepuk tangan.

Ajak pula bayi merangkak bersama-sama, pasalnya anak mempunyai kecenderungan meniru orang tua atau lingkungan sekitar. Ketika ayah atau ibu bergerak maka si kecil juga tertarik melakukan hal serupa. Ketika dirinya berhasil jangan lupa untuk memberi pujian, senyum, bahkan pelukan. Coba lagi keesokan harinya hingga anak benar-benar lancar.

Setelah membaca keseluruhan pembahasan, kini Anda lebih memahami jika fase merangkak sangat penting untuk anak. Oleh karenanya sering-seringlah melatih kemampuan motorik dan spasial anak. Hindari bersikap pasif karena juga memicu buah hati enggan melakukan gerakan. Demikian pembahasan tentang bayi langsung berjalan tanpa merangkak, semoga membantu.