Tidak selalu alergi muncul dan memiliki gejala ringan layaknya gatal dan ruam saja. Kedua gejala tersebut adalah yang cukup ringan, meski dapat membuat rasa yang kurang nyaman. Namun, pahami juga bahwa gejala alergi pun bisa mencapai tingkat berbahaya dan dapat merenggut nyawa. Agar Anda lebih waspada, terutama di cuaca tak menentu, simak ulasan berikut. 

Beberapa Gejala Akibat Reaksi Alergi

baca juga : Cepat Bertindak! Penanganan Utama Menangani Alergi Pada Balita

1. Gatal Ruam 

Gatal dan ruam menjadi salah satu pertanda alergi yang paling umum ditemukan. Selain tampak dan mudah diidentifikasi, kondisi ini pun cenderung lebih mudah untuk diatasi. Ruam dan peradangan pun akan sering terjadi karena reaksi sistem kekebalan tubuh pada suatu iritan. Kondisi ini umumnya tidak terlalu berbahaya. 

Bahkan sering kali ruam dan gatal dapat dibiarkan begitu saja dan hilang tanpa adanya penanganan khusus. Meski demikian, gatal dan ruam dapat membuat rasa percaya diri berkurang. Bahkan di kondisi yang cukup serius, gatal membuat rasa yang tidak nyaman dan meningkatkan risiko cedera goresan karena digaruk.  

2. Kulit Pecah Dan Mengelupas 

Kulit terasa tebal dan bersisik juga bisa menjadi pertanda reaksi alergi. Kondisi ini biasanya sering dikaitkan dengan masalah kulit kering biasa. Namun bisa juga menjadi gejala alergi jika muncul setelah mengkonsumsi obat atau memiliki kontak dengan tumbuhan tertentu. Sekali lagi, kondisi ini tidak berbahaya namun bisa membuat rasa sakit dan tidak nyaman dalam jangka panjang. 

3. Gangguan Pencernaan 

Selain yang tampak pada kulit, reaksi alergi pun akan muncul dari aktivitas pencernaan. Penderita alergi, terutama pada makanan bisa saja mengeluarkan reaksi dalam bentuk muntah dan mual. Tak jarang pula efeknya mencakup diare, yang mana jika tidak ditangani dengan baik dapat mengarah pada kondisi kesehatan yang lebih buruk. 

4. Gangguan Pernapasan

Awas-Pergantian-Musim-Picu-Alergi-Simak-Gejala-Alergi-Yang-Wajib-Diwaspadai.

Sering juga disebut rinitis alergi, atau gejala yang memiliki berbagai keterkaitan dengan sistem pernapasan. Di luar negeri, alergi ini pun juga disebut sebagai hay fever yang sebenarnya cukup umum dan sering terjadi. Biasanya, efeknya pun berkaitan pada musim tertentu yang menyebabkan berbagai partikel berterangan dan cuaca yang berubah.  

Untuk gejala alergi yang satu ini, biasanya menyerupai pilek dan batuk. Namun kondisi yang dibiarkan terus dapat menyebabkan peradangan, pembengkakan, dan pertumbuhan lendir berlebih pada sinus. Beberapa tanda dari efek alergi ini pun mencakup bersin, mata merah, gatal, berair, hidung tersumbat, kulit mata membengkak, dan lain sebagainya.  

5. Syok Anafilaksis

Hampir semua gejala yang disebutkan dapat menjadi berbahaya dan wajib dikonsultasikan pada dokter. Terutama jika diare, ruam, dan pilek tak kunjung selesai. Namun, pada kasus yang cukup langka, reaksi alergi pun dapat mencapai level berbahaya. Reaksi ini disebut syok anafilaksis, yang mana bisa terjadi dalam hitungan menit dan beranjak parah dalam waktu sekejap. 

Biasanya, kondisi muncul layaknya sesak napas parah, jantung berdebar, tekanan darah turun atau naik secara drastis, ruam yang semakin parah, hingga pembengkakan pada tenggorokan, mulut, dan lidah. Jika gejala alergi tersebut muncul, lebih baik segera konsultasikan dengan dokter atau gunakan suntikan epinefrin untuk mencegah pembengkakan pada saluran pernapasan.

Alergi bisa dikatakan seperti penyakit tersembunyi yang terkadang tidak terduga, apalagi besarnya risiko alergen di lingkungan. Alergen yang dimiliki pun tidak hanya terbatas pada makanan, cuaca sering kali jadi masalah utama. Karena itulah, lebih waspada dan pahami gejala yang sering muncul. Segera atasi dan tangani sehingga masalah tidak semakin serius.