Autisme pada anak atau autism spectrum disorder (ASD) merupakan salah satu kondisi dimana otak memiliki kemampuan yang terbatas untuk berkomunikasi dengan orang lain. Umumnya, tanda tanda dari autisme pada anak ini akan terlihat sebelum anak menginjak usia tiga tahun. Hingga saat ini, hal yang menjadi penyebab autisme masih belum diketahui secara pasti. Namun, anda bisa mengenali ciri ciri autisme melalui beberapa kondisi yang akan kita bahas. Mari ikutin pembahasan ciri autisme pada Anak di bawah ini.

down syndrome

Mengenal Tanda Tanda Autisme Pada Anak

  1. Gangguan Pada Perilaku

Ciri pertama autisme pada anak, bagi anak yang menderita kesehatan mental ini maka akan terlihat adanya gangguan pada perilakunya. Diantaranya anak menjadi mudah marah, menangis hingga tertawa tanpa adanya alasan yang jelas. Tentu saja hal ini akan mengkhawatirkan kondisi si kecil apabila mengalami hal tersebut. Selain itu, mereka yang mengalami gangguan kesehatan mental ini akan cenderung menyukai dan mengkonsumsi makanan yang tertentu saja. 

Perilaku lainnya yang sering terlihat adalah melakukan gerakan tertentu secara berulang. Sebut saja seperti mengayun tangan secara berulang kali dan memutarkan badan secara terus menerus. Apabila si kecil mengalami kondisi demikian, tentu saja akan bisa membuat pusing dan membahayakan kondisi fisiknya. Untuk itu, sebagai orang tua anda perlu untuk mengingatkan dan memberikan perhatian khusus kepada si kecil.

Anak yang mengidap autisme juga sering melakukan kegiatan yang membahayakan dirinya sendiri, seperti menggigit tangan dengan sangat kencang, bahkan hingga membenturkan kepalanya ke dinding. Tindakan tindakan tersebut, tentu saja harus diawasi dan dikontrol dengan baik oleh orang tua. Sehingga nantinya mereka akan terhindar dari bahaya yang diciptakan oleh dirinya sendiri. 

  1. Tidak Bisa Berhubungan Sosial Dengan Baik

Ciri ciri autisme yang kedua juga kerap kali ditandai dengan adanya gangguan ketika berhubungan sosial. Anak yang mengidap kesehatan mental ini akan mengalami kesulitan dalam bersosialisasi. Pasalnya, mereka akan terlihat lebih asyik dengan dunianya sendiri. Hal inilah yang menyebabkan ia sulit berhubungan dengan orang lain yang ada di sekitarnya. 

Anak yang menderita autis juga akan terlihat kurang sensitif maupun responsif terhadap perasaannya sendiri maupun perasaan dengan orang lain. Hal inilah yang menyebabkan anak autis tidak mudah untuk memiliki teman. Bahkan ada beberapa kasus yang menyebutkan bahwa anak autisme akan sulit untuk berfokus terhadap mata pelajaran yang ada di sekolah.

  1. Sulit Dalam Berkomunikasi

Tanda tanda lain yang menandakan bahwa si kecil mengalami autisme adalah kesulitan di dalam berkomunikasi. Hal ini dikarenakan masalah komunikasi menjadi salah satu hal yang kerap kali dialami penderita autisme. Mulai dari sulit berbicara, membaca, menulis dan memahami bahasa isyarat yakni melambai dan menunjuk. Masalah inilah yang menyebabkan anak autis sulit untuk memulai sebuah percakapan.

Bahkan anak yang mengalami gangguan mental satu ini akan cenderung sulit untuk memahami sebuah maksud dari perkataan. Tak hanya itu saja, ia pun akan sulit untuk mengerti petunjuk yang telah diberikan oleh orang lain. Itulah mengapa anak autis akan lebih sering untuk mengucapkan kata secara berulang kali. Mereka juga akan mengucapkan kata dengan bernada atau meluapkan emosinya, seperti menangis kencang hingga berguling guling di lantai.

anak ab sulit ditebak

  1. Cenderung Tidak Ingin Menggerakkan Tubuh atau Menunjuk Sesuatu

Pada umumnya, anak anak akan cenderung menunjukkan ketertarikan dengan membuat gerakan atau menunjuk pada sesuatu. Namun, hal ini tidak terjadi ketika si kecil mengidap gejala kesehatan mental ini. Untuk itu, ciri ciri autisme selanjutnya adalah tidak mau menggerakkan tubuh atau menunjuk pada suatu hal. Seorang anak dengan gangguan autisme tidak akan memperlihatkan ketertarikannya kepada benda yang di tunjukkan ke mereka.

Oleh karena itu, sebagai orang tua maka anda perlu untuk selalu mengajaknya berkomunikasi ketika memiliki anak yang mengalami kondisi mental satu ini. Sehingga, anak tersebut akan mulai terbiasa untuk memiliki respon dan komunikasi yang baik. Hal ini tentu saja mampu mengajarkan secara perlahan bagaimana anak autis agar mampu untuk merespon sesuatu.

  1. Memiliki Perilaku yang Berulang

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, bahwa seorang anak yang mengidap autisme akan kerap kali menunjukkan perilaku yang berulang. Menurut para ahli mengatakan bahwa tindakan tersebut akan mampu untuk membantu menenangkan kondisi mereka. Ada beberapa gerakan yang menjadi perilaku berulang, mulai dari menggoyang goyangkan badan hingga bertepuk tangan secara terus menerus. Ini merupakan ciri penting autisme pada anak yang perlu diperhatikan.

  1. Sedang Berjuang Untuk Berkomunikasi

Ketika anak yang mengalami gangguan autisme, maka mereka akan cenderung untuk berjuang di dalam berkomunikasi. Hal ini dikarenakan anak anak tersebut akan menunjukkan adanya variasi suara, gerakan dan juga kata yang kurang secara signifikan jika dibandingkan dengan anak anak normal. Umumnya, ketika mereka berjuang untuk berkomunikasi, maka ia tidak akan meminta bantuan orang lain seperti anak kebanyakan.

Sehingga, hal inilah yang menjadi penyebab dan ciri ciri autisme dimana ia tidak bermain dengan orang lain. Bahkan banyak dari mereka yang cenderung tidak menunjukkan minat ataupun hal menyenangkan lainnya pada kegiatan yang mereka lakukan. Jika terdapat balita yang sering tidak melakukan interaksi sosial dengan kedua orang tuanya atau anak lain, maka lebih baik untuk segera berkonsultasi kepada dokter.

  1. Tidak Menunjukkan Tanda Tanda Mengoceh

Selanjutnya, bagi anak yang memiliki gangguan keterbelakangan mental ini akan mengalami kesulitan di dalam berbicara. Hal tersebut akan terlihat ketika bayi yang umumnya berbicara ketika berusia sekitar 6 bulan, namun bagi mereka yang menderita autisme pada anak akan tidak memunculkan ocehan menginjak usia enam bulan hingga sembilan bulan. Jika mengalami kondisi demikian, maka mulailah berikan perhatian khusus terhadap si kecil.

Pasalnya, dengan mengoceh akan mampu untuk mendukung proses belajar pada si kecil. Namun, apabila ia telah kehilangan kemampuan verbal di usia yang masih awal, maka hal tersebut tentu saja akan mempengaruhi perkembangan kognitif pada si kecil. Dengan begitu, bagi orang tua yang mengalami kasus serupa, ada baiknya anda mulai berkonsultasi kepada ahlinya untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada si kecil.

  1. Tak Ada Respon Ketika Diajak Berbicara

Ini merupakan salah satu ciri autisme pada anak. Setelah tidak menunjukkan adanya kemampuan verbal seperti anak anak di usianya, maka ciri ciri autisme lain yang terjadi pada anak adalah tidak merespons ketika diajak beinteraksi. Umumnya, bayi akan memberikan respon apa saja yang didengar dan dilihatnya, terutama jika suara tersebut berasal dari ayah dan ibunya. Namun, apabila menunjukkan tanda tanda tidak tertarik dan cenderung diam, maka hal ini menandakan bahwa adanya kemungkinan menderita autisme.

Hal ini dikarenakan bayi yang mengalami gangguan spektrum autisme akan lebih jarang untuk mendengarkan maupun melihat orang lain. Selain itu, ia juga akan sering untuk tidak memberikan respon ketika namanya dipanggil. Bahkan dalam beberapa kasus juga terdapat bayi yang cenderung tidak akan menanggapi interaksi dalam bentuk yang lain, sehingga hanya menunjukan ekspresi datar atau tanpa ekspresi.

Untuk itu, ketika anda ingin berbicara dengan anak yang mengidap autis, maka anda perlu  menjalin komunikasi yang baik dengan anak autisme. Sehingga, anda bisa mulai dengan membiasakan untuk berbicara dengan kalimat yang jelas dan perlahan. Usahakan untuk memberikan jeda diantara kata yang anda ucapkan. Sehingga mereka akan lebih mudah untuk memahaminya.

Selain itu, anda juga perlu untuk memberikan waktu kepada mereka untuk bisa mencerna dan memahami setiap perkataan anda. Jika perlu, anda bisa untuk mengiringi setiap kata yang anda ucapkan dengan melakukan gerakan tubuh yang sederhana. Hal ini bertujuan agar anak tersebut menjadi mudah untuk mengerti. Tak hanya itu saja, anda juga bisa untuk memanggil anak selalu dengan namanya.

  1. Tidak Melakukan Kontak Mata Dengan Orang Lain

Penelitian di dalam jurnal Nature, menunjukkan bahwa ketika bayi mengalami autisme maka akan menunjukkan penurun kontak dengan orang lain atau yang mengasuhnya. Hal ini umumnya akan terjadi pada usia antara dua hingga enam bulan. Dengan begitu, ciri ciri autisme lain yang perlu anda tahu adalah mereka cenderung kurang melakukan kontak mata antara dirinya dengan orang lain.

Demikianlah 9 ciri autisme pada anak. Meskipun begitu, gejala anak yang mengalami autisme tidak selamanya buruk. Hal ini dikarenakan beberapa anak autis juga memiliki bakat atau kelebihan pada bidang yang tertentu. Sebut saja, bisa belajar dan menghafal secara lebih rinci atau tertarik mempelajari seni dan menggambar. Apabila anda mengenali bakat yang dimiliki oleh si kecil, maka hal tersebut akan mampu untuk menutupi kekurangan yang dimiliki oleh anak autis. Ikutin social link detikbayi untuk mendapatkan update terbaru semoga artikel autisme pada anak ini berguna untuk Anda.