Banyaknya gerai-gerai makanan unik membuat beberapa orang kalap, tanpa memikirkan dampak kesehatannya. Tidak masalah sebenarnya memiliki hobi kuliner, hanya saja perlu diimbangi dengan olahraga yang kuat. Namun sayangnya banyak orang menyepelekan kegiatan olahraga, sehingga memunculkan penyakit degeneratif salah satunya kista. Belum banyak yang tahu apa itu kista beserta penyebab dan gejalanya. Simak ulasan berikut ini.

apa itu kista ovarium

Apa itu Kista? Kenali Gejala yang Sering Kali Diabaikan

Kista merupakan benjolan yang tumbuh dibawah jaringan kulit dan berisi cairan. Ada juga yang berisi material gas yang dapat muncul di bagian tubuh mana saja. Ada banyak faktor yang mendukung penyebaran kista di seluruh tubuh. Biasanya akibat faktor genetik yang dipicu dengan makanan sembarangan, dan minim perhatian terhadap kesehatan. Penyakit kista dapat menyerang pria maupun wanita, tergantung pada tipe kista dan berlangsungnya infeksi.

Gejala kista akan muncul tergantung jenis kista yang dialami, tapi rata-rata ditandai adanya benjolan. Biasanya benjolan mengeluarkan darah atau nanah yang berbau tidak sedap. Disusul dengan kulit kemerahan di sekitar area kista serta infeksi yang memicu nyeri pada benjolan. Anda perlu memahami apa itu kista untuk mengetahui kapan gejala akan muncul. Jika sudah mengalami mual, muntah, dan demam selama berhari-hari ada baiknya segera periksa ke dokter.

Pada Kista Baker benjolan akan muncul di sekitar belakang lutut, dan menimbulkan nyeri saat menekuk. Hal ini menyebabkan penderitanya bergerak secara terbatas, perlahan akan kesulitan untuk berjalan. Akibat penumpukan cairan sendi di belakang lutut yang dipicu oleh peradangan pada bagian sendi. Berbeda dengan jenis Kista Ganglion dengan bejolan di sepanjang tendon. Hal ini disebabkan oleh penumpukan cairan akibat osteoarthritis di sekitar persendian.

Ada jenis Kista Celah Brankial yang umum terjadi di tengah
masyarakat, dan paling banyak penderitanya. Jenis kista ini bersumber dari bawaan lahir yang muncul seiring waktunya berjalan. Dengan mempelajari apa itu kista anda bisa mengetahui tempat benjolan tumbuh, pada area leher atau tulang selangka. Kondisi ini bisa saja terjadi pada minggu kelima perkembangan janin. Sehingga perlu adanya penanganan medis khusus untuk bayi yang terinfeksi.

Pola hidup sehat

Tidak Boleh Sepelekan Faktor Penyebab Kista

Kista tidak muncul tanpa adanya faktor penyebab yang memicu tumbuhnya benjolan. Wanita yang berusia produktif hingga menopause beresiko mengalami Kista Ovarium. Karena mereka masih mengalami fase menstruasi yang memungkinkan munculnya benjolan. Kista yang bertambah besar menyebabkan nyeri di bagian bawah dan paha, sehingga perlu diobati secara khusus. Jika dibiarkan begitu saja bisa menimbulkan resiko terkena kanker ovarium.

Ada juga faktor Sindrom Ovarium Polikistik yang beresiko tinggi tumbuh benjolan di ovarium. Dengan mempelajari apa itu kista, anda tahu bahwa penyebabnya karena produksi hormon berkurang. Akibatnya folikel dalam ovarium tidak bisa melepaskan sel telur, sehingga terbentuklah benjolan. Dalam kasus ini hormon wanita akan terganggu dan beresiko terjadinya komplikasi.

Selanjutnya efek mengonsumsi obat penyubur kandungan yang terlalu sering. Penggunaan gonadotropin atau letrozole dapat mempengaruhi keseimbangan hormon. Sehingga bisa meningkatkan resiko adanya benjolan di sekitar ovarium. Dalam dunia medis tumbuhnya kista dalam jumlah banyak, sering disebut dengan Sindrom Hiperstimulasi Ovarium.

Kista terjadi karena faktor keturunan lalu dipicu dengan pola hidup tidak sehat. Anda bisa mengenali gejalanya saat muncul benjolan di sekitar jaringan kulit. Ciri utama benjolan berisi cairan nanah yang berbau kurang sedap. Ada beberapa penyebab kista tergantung dengan tipe kista yang dialami. Penderita kista perlu mendaptkan perhatian lebih untuk penanganan medis. Sehingga tidak berujung pada resiko terjadinya penyakit kanker.