Orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya, lalu bagaimana jika anak saya adalah anak buta warna?

Sebenarnya banyak hal yang bisa dilakukan, tetapi ada kemungkinan anak buta warna baru terungkap saat ia sudah sekolah atau mungkin melalui ketidaksengajaan.

Perlu diketahui, buta warna adalah salah satu gangguan kesehatan (penyakit keturunan) dimana seseorang yang mengidap gangguan ini kesulitan untuk mengenali beberapa warna tertentu.

Ayo lakukan hal berikut ini jika kamu merasa anakmu adalah anak buta warna. Untuk pertama kali, tentu saja mengenali ciri-cirinya dan mengetesnya.

Ciri-Ciri Anak Buta Warna

Kamu bisa mengenali anak buta warna dengan melihat gejala-gejala berikut:

  1. Salah mengedintifikasi warna saat ditanya tentang warna suatu benda
  2. Perhatian yang rendah saat mengerjakan worksheet atau LKS saat mewarnai lembar kerja / latihan tersebut
  3. Denial atau menolak jika ditanya tentang masalah warna
  4. Punya masalah saat mengidentifikasi warna merah dan hijau pada pensil warna atau alat tulis lainnya seperti spidol
  5. Mengiditentifikasi warna dapat diperburuk dengan tingkat cahaya yang rendah, terutama pada warna dengan rona yang mirip-mirip
  6. Mencium bau makanan sebelum memakannnya
  7. Indra penciuman di atas rata-rata / tajam
  8. Memiliki night vision yang sangat bagus
  9. Sangat sensitive pada cahaya yang terang benderang
  10. Mengalami masalah dalam membaca pada halaman atau buku yang berwarna
  11. Mereka bisa merasa sakit kepala atau mata jika melihat background merah atau hijau.

Selain itu, anak buta warna biasanya tidak menyukai permainan seperti mewarnai gambar atau menyortir barang berwarna.

Apa yang Harus Saya Lakukan jika Anak Buta Warna

anak buta warna

Meski tanda-tanda anak buta warna terlihat atau terasa dengan jelas, sebaiknya langsung periksakan anak ke dokter untuk pengecekan lebih lanjut.

Kamu juga bisa bertanya pada pasangan atau keluarga tentang riwayat buta warna pada anggota keluarga.

Ibu yang tidak buta warna bisa menjadi carrier buta warna meski ia sendiri bukan pengidap buta warna, sehingga berpeluang untuk menurunkan buta warna kepada anaknya.

Saat berumur lima tahun, seharusnya anak dengan mata normal (visi warna normal) bisa mengidentifikasi berabagai warna hanya dalam sepersekian detik saja, meski anak buta warna juga bisa melakukan hal ini.

Kamu bisa menguji hipotesa / indikasi anak buta warna atau hanya spekulasi saja lewat sedikit tes.

Cobalah untuk memberikan kertas putih dan beberapa pensil warna dengan warna yang kontras satu sama lain (hijau, biru, kuning, merah, ungu, pink, coklat, abu-abu dll.).

Gunakan kisaran warna menengah, tidak terlalu pucat dan tidak terlalu gelap. Setelah itu, arsir gambarnya dengan jarak sekitar 2 x 2 sentimeter untuk setiap warna pada kertasnya.

Pastikan bahwa seluruh warna sudah disusun secara acak dan kamu tidak mempunyai semua jenis warna merah dan hijau bersama-sama, tetapi tempatkan merah, hijau, dan coklat berdekatan satu sama lainnya.

Bawa kertas dan anak ke tempat yang memiliki penerangan yang bagus dan ajaklah ia bermain untuk menebak warna-warna apa saja yang sudah diarsir di kertas.

Jangan menunjuk warna secara satu-satu, coba lah untuk langsung menunjukkan seluruh warna yang sudah di arsir pada kertasnya.

Jika sang anak mengalami keraguan saat menjawab apakah warnanya merah, hijau, coklat, ungu, biru atau abu-abu, bisa jadi itu adalah tanda bahwa anaknya buta warna hijau / merah.

Anak buta warna hijau / merah bisa mengidentifikasi warna kuning, jingga, dan pink (mereka bisa mengidentifikasinya lewat terang dan kisarannya.

Pastikan untuk mengikutsertakan warna-warna tersebut agar sang anak tidak merasa kurang pintar karena tidak bisa mengidentifikasi warna yaa.

Selain itu, lakukan hal ini berdua saja.

Jangan Merasa Bersalah Jika Anakmu adalah Anak Buta Warna

Setiap anak pasti dikaruniai kelebihan dan kekurangan, termasuk hal ini.

Anak buta warna pintar dalam menyembunyikan fakta bahawa ia memang buta warna.

Bahkan, jika seorang anak sudah menjalani tes mata bersama ahli optik, diagnosis buta warna tidak mungkin diambil darisana karena tes tersebut bukan bagian dari tes terstandar NHS.

Itu berarti, ahli optik tidak perlu repot-repot mengetes tentang buta warna.

Seringkali, orang tua salah mengira hal ini karena sudah dites di sekolah.

Anak-anak tersebut juga di-screening tentang buta warna sejak sekolah dasar.

Sebuah studi menemukan bahwa dari 1300 anak yang diuji oleh Color Blind Awareness sekitar 75% dari murid telah pergi ke ahli mata untuk menguji mata mereka, tetapi hanya 20% saja yang pernah menjalani tes buta warna.

Jadi, jika kamu mencurigai adanya gejala atau tanda-tanda, bisa jadi itu adalah color vision deficiency jika mereka sudah melakukan tes mata.

Tagged in: