Pastinya tidak mudah bagi orangtua untuk mengetahui apakah anak sedang mengalami gangguan mental atau tidak. Tanda gangguan mental pada anak sebenarnya bisa Anda kenali dari kebiasaan sehari-harinya lalu melihat perbedaan sikap dari teman sebayanya.

Gangguan mental tidak hanya dialami orang dewasa, akan tetapi anak-anak juga beresiko tinggi mengalami gangguan mental ini. sehingga orangtua tidak boleh membiarkannya karena tentunya akan mempengaruhi tumbuh kembang anak di masa depan.

Apalagi jika anak mencoba untuk menghindari dirinya dari interaksi sosial pastinya akan membuat dirinya menjadi tertutup untuk berinteraksi dengan orang baru.

Tanda Gangguan Mental Pada Anak

tanda gangguan mental

Gangguan mental sendiri lebih diartikan sebagai keterlambatan pergerakan anak atau adanya gangguan selama masa perkembangan anak. Hal tersebut bisa saja meliputi perilaku, keterampilan sosial, pemikiran, dan cara mengatur emosi. Akibatnya kondisi tersebut menyebabkan stress. Berikut ini tanda gangguan mental pada anak.

1. Perubahan perilaku

Adapun tanda pertama ini sangat mudah Anda kenali sebagai orang tua, pastinya Anda sudah hafal bagaimana aktivitas sehari-hari anak dan pergaulannya di lingkungan rumah maupun sekolah. Misalkan saja anak tidak banyak tingkah, namun tiba-tiba ia menjadi sering sekali berkata kasar, bertengkar, dan bahkan sampai menyakiti orang lain.

Maka hal seperti itu pantas Anda curigai. Selain itu, lihatlah bagaimana perubahan perilakunya. Misalkan seperti anak lebih mudah marah atau sering merasa frustasi.

2. Perubahan mood

Suasana hati anak yang berubah secara tiba-tiba bukanlah suatu hal yang wajar. Apalagi ini tidak bisa dikaitkan dengan hal apapun. Kondisi seperti ini biasanya berlangsung sebentar saja dan akan berubah lagi secara tiba-tiba. Hal tersebut pastinya membuat pergaulan anak menjadi sempit dan teman-temannya pun cenderung menjauh. Ini adalah gejala umum dari gangguan kesehatan mental seperti bipolar, depresi, dan ADHD.

3. Kesulitan berkonsentrasi

Anak-anak yang kesulitan untuk fokus dengan sesuatu hal bisa jadi menandakan bahwa ia sedang memasuki tahapan gangguan mental. Hal ini bisa Anda lihat saat anak tidak bisa berdiam lama ketika membaca ataupun duduk diam. Lalu tanda yang satu ini akan menyebabkan turunnya performa anak di bangku sekolah serta perkembangan otaknya.

4. Penurunan berat badan

Apakah Anda sudah tahu bahwa adanya penurunan berat badan mengindikasikan bahwa anak sedang menderita gangguan mental? Tentu saja tidak mempengaruhi mental anak, tetapi kondisi fisik seperti penurunan berat badan juga akan dialaminya.

Penurunan berat badan disebabkan karena anak mengalami gangguan makan, depresi, dan stress sehingga nafsu makannya pun akan cenderung menurun. Selain itu, juga sering terjadi mual dan muntah secara berkelanjutan.

5. Menyakiti diri sendiri

Kekhawatiran anak yang berlebihan bisa membuatnya untuk menyakiti diri sendiri. Hal ini merupakan kombinasi dari perasaan stress yang dirasakan dan adanya kesalahan yang mungkin diperbuatnya sehingga menyebabkan anak cenderung menyalahi diri sendiri.

Pada saat itu, anak akan kesulitan sekali untuk mengontrol emosinya. Sehingga Anda harus lebih waspada lagi dengan gangguan kesehatan mental yang satu ini. sebab anak bisa saja melakukan percobaan bunuh diri.

6. Munculnya masalah kesehatan

Masalah kesehatan lain yang mungkin muncul seperti sakit kepala serta sakit perut yang berkelanjutan. Gangguan mental ini karena anak mengalami depresi. Depresi bisa saja karena merasa kesepian dan anak pun kesulitan mengenali rasa sedih yang sedang dialaminya.

7. Perasaan yang intens

Rasa takut anak seringkali dilatarbelakangi oleh alasan yang tidak jelas sama sekali. Adapun tanda gangguan mental ini misalkan seperti menangis, berteriak tiba-tiba, dan juga mual. Perasaan seperti ini pada beberapa anak juga membuatnya menjadi kesulitan untuk bernafas, jantung berdebar-debar, dan gangguan lainnya yang bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari.

Maka dari itu, ketika anak mengalami hal yang demikian, sebagai orangtua segeralah untuk mengkonsultasikannya dengan psikolog dan dokter. Mulailah untuk mencoba memberikan penjelasan terhadap perubahan perilaku yang memang membuat Anda merasa sangat khawatir.

Selain itu, orangtua juga bisa meminta gurunya di sekolah untuk mengamati bagaimana perubahan perilaku anak baik itu bersama teman-temannya ataupun guru di sekolah. Sehingga jika memang perubahan perilaku juga dialami di sekolah, berarti anak memang sedang menderita gangguan kesehatan mental.

Orangtua pun juga bisa membantu mengurangi gangguan tersebut dengan cara mendukung berbagai perawatan yang harus dijalani anak. Misalkan saja seperti mempelajari cara manajemen stress anak, mempelajari penyakitnya, serta melakukan berbagai konseling baik bagi anak dan juga keluarga. Orangtua juga perlu ikuti berbagai program pelatihan orangtua saat anak mengalami gangguan mental. Sehingga Anda bisa berperan membekali anak dengan mental yang kuat.

Itulah 7 tanda gangguan mental pada anak. Banyak sekali yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu mengurangi gangguan kesehatan mental pada anak tersebut. Salah satunya dengan cara diatas. Namun, dengan melakukan pemeriksaan ke dokter dan psikolog pastinya akan membuat anak jauh lebih baik karena ia akan mendapatkan berbagai terapis psikologi.