Tantrum pada anak menjadi pembahasan yang menarik.  Tantrum ini sering terjadi pada anak pemarah. Pada dasarnya sifat anak-anak adalah periang namun ketika mereka masih kecil sangat sering menjadi pemarah atau tantrum. Namun Anda tidak perlu khawatir karena saat usia bertambah besar keinginannya untuk marah dan tantrum bisa berkurang.

Yang bisa menyebabkan anak tantrum adalah mereka belum bisa mengkomunikasikan apa yang menjadi keinginan mereka, selain itu juga tidak bisa mengutarakan apa yang mereka rasakan. Tidak hanya itu anak akan sering tantrum pada kondisi mengantuk, lapar, dan juga saat capek. Jika tidak diatasi dengan cara yang tepat anak akan tantrum lebih lama, bahkan frekuensi tantrum menjadi lebih sering. Berikut adalah cara tepat menghadapi tantrum pada anak yang bisa Anda lakukan:

Ajak Bicara

Hal pertama yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi tantrum pada anak adalah dengan mengajaknya bicara. Minta si kecil untuk mengungkap apa yang dirasakannya supaya ia menjadi lebih lega. Anda bisa bertanya mengapa ia menjadi marah, dengan menanyakan hal ini si kecil akan merasa bahwa keinginannya ini di dengar.

Jika memang belum bisa mengucapkan Anda bisa memberikan pertanyaan seperti apa anak Anda lapar, apa masih mengantuk, apa menginginkan sesuatu dan sebagainya. Jawaban yang akan diberikan adalah mengangguk maupun menggeleng. Jika sudah seperti itu kemarahannya akan mereda.

Ala Kate Middleton

Anda juga bisa meniru cara Kate Middleton dalam menghadapi tantrum. Kala itu Putri Charlotte tantrum, dimana ia ingin memegang kertas yang ada di tangan sang ibu, namun ia tidak memberikannya, kemudian Charlotte menghentakkan kakinya. Kate tidak marah, kemudian mengatakan sesuatu ke putrinya. Yang mengagumkan adalah Kate membuat posisi dirinya sejajar dengan sang anak dan terus melakukan kontak mata dengannya. Dia tidak membuat posisinya lebih tinggi dari sang anak.

Jangan Terpancing Marah

tantrum pada anak 2

Kesalahan yang sering dilakukan orang tua saat mengatasi anak tantrum adalah sering terpancing dengan kemarahan anak. Tidak sadar saat anak tantrum orang tua ikut berteriak, ikut marah dan juga emosi, dengan cara yang seperti ini justru anak akan semakin tantrum dan bahkan lebih hebat dibandingkan sebelumnya. Anak akan ikut berteriak lebih keras lagi, bahkan emosinya lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Beri Waktu untuk Dirinya Sendiri

Tantrum pada anak ini sering terjadi di muka umum, saat orang tua tidak memberikan apa yang diinginkannya mereka akan tantrum. Bahkan tidak jarang ada yang sampai berguling-guling di tanah. Untuk mengatasi hal ini Anda bisa memberikannya waktu kepada anak tersebut sampai ia benar-benar tenang.

Biarkan dia sendiri tidak perlu menyuruh ini itu, beberapa waktu anak akan kembali tenang. Memang anak Anda akan menjadi pusat perhatian, saat itu Anda menjadi lemah kemudian mengikuti keinginannya. Langkah itu salah, karena anak akan menjadikan tantrum ini sebagai senjatanya untuk mendapatkan apa yang ia mau.

Alihkan Perhatian

Cara cerdas mengatasi tantrum yang bisa dilakukan selanjutnya adalah Anda bisa mengalihkan perhatian. Anda bisa mengalihkan dengan mainan kesukaannya, mainan baru atau film favorit dari si kecil. Cara ini cocok untuk si kecil yang sulit dalam mengungkapkan perasaan melalui komunikasi verbal.

Lakukan Kontak Fisik

Hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi tantrum adalah melakukan kontak fisik. Dengan kontak fisik anak akan merasa dihargai dan didengarkan. Anda bisa memberikan ciuman atau pelukan untuk membuat anak lebih tenang, baru Anda bisa menanyakan mengapa anak marah dan sebagainya.

Mandi

Jika tantrum ini terjadi di rumah Anda bisa mengatasinya dengan mandi. Bermain air dan busa dengan aroma kesayangan ini akan membuat si kecil menjadi tenang kembali.

Demikian beberapa cara mengatasi tantrum pada anak yang bisa Anda lakukan, dengan cara yang tepat kebiasaan tantrum menjadi berkurang kemudian sedikit demi sedikit menghilang, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.