Apakah Moms pernah mendengar bahkan mengalami susahnya mengurus anak yang kena penyakit campak? Penyakit campak pada bayi pasti bikin orang tua panik setengah mati, namun jika Moms berpikir tenang sebenarnya ada cara ampuh untuk mengatasi penyakit itu. Seperti cara yang akan dijelaskan pada artikel ini.

Mengenal Campak pada Bayi

Campak merupakan penyakit kulit, yang bisa menyerang segala usia. Apalagi kulit bayi yang memiliki sensitivitas lebih tinggi daripada usia dewasa, kulit bayi sangat rentan untuk mengalami penyakit kulit serupa.

Campak pada bayi adalah penyakit kulit yang terjadi akibat serangan virus. Nama penyakit campak juga biasa disebut dengan istilah lain yakni morbili atau measles. Walaupun bisa sembuh tanpa penanganan khusus, gejala yang muncul pasti akan sangat menyiksa bayi.

Virus ini dapat menjangkit bayi melalui udara. Infeksi virus penyebab campak akan menyerang saluran pernapasan dan perlahan menyebar keseluruh tubuh. Walaupun merupakan penyakit self-limiting disease (sembuh sendiri tanpa penanganan), jika dibiarkan akan dapat menimbulkan komplikasi dan berakibat fatal pada bayi.

Ciri Khusus dan Gejala Campak pada Bayi

Virus campak yang menyerang bayi butuh waktu sekitar 7 hingga 14 hari untuk menimbulkan gejala yang bisa Moms kenali. Ciri khusus dari penyakit ini adalah ruam pada kulit bayi, yang muncul berupa bintik koplik dalam mulut dan bintik merah atau gabagen yang menyebar di seluruh anggota tubuh.

Jika sang buah hati bertemu dengan bayi atau orang yang mengalami campak, maka Moms perlu waspada ketika gejala awal ini mulai muncul:

  • Demam tinggi dan terkadang naik turun.
  • Batuk pilek pada bayi yang menyebabkan susah tidur.
  • Munculnya gejala sakit di tenggorokan, anak akan mulai susah menelan makanan atau perubahan suara saat menangis.
  • Mata merah dan berair.

Gejala ini akan muncul pada bayi secara beruntun, hingga penyakit akan berkembang pada fase berikutnya.

Fase-Fase Campak

campak pada bayi

Setelah gejala itu muncul pada bayi, dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu akan muncul fase lanjutan dari penyakit campak. Berikut penjelasannya:

  • Fase infeksi dan inkubasi: gejala belum muncul.
  • Gejala nonspesifik: demam ringan hingga sedang, batuk pilek dan sakit tenggorokan secara beruntun.
  • Fase akut: ruam atau gabagen pada seluruh tubuh, demam mulai tinggi.
  • Fase penularan: setelah ruam mulai meningkat, hari keempat adalah fase penularan.

Baca Juga: Penyebab Ruam Kulit pada Bayi

7 Cara Ampuh Atasi Campak pada Bayi

Jika bayi mulai mengalami gejala dan ciri khusus campak, Moms tidak perlu panik karena ada cara ampuh untuk mengatasi penyakit ini. Seperti beberapa cara di bawah ini:

1. Vaksinasi Campak

Cara pertama adalah dengan melakukan vaksinasi campak, vaksin ini merupakan salah satu vaksin wajib yang dicanangkan oleh pemerintah. Moms bisa bawa si kecil untuk vaksin ke puskesmas, bidan atau dokter anak setelah 6 hari gejala muncul.

2. Meningkatkan Asupan Cairan

Saat bayi mengalami campak, usahakan untuk menambah asupan cairan pada bayi. Virus campak akan membuat metabolisme bayi bekerja lebih keras, sehingga dehidrasi sangat mudah menyerang bayi. Selain itu menambah cairan tubuh juga dapat membantu bayi mengatur suhu tubuhnya.

3. Kompres dengan Air Hangat

Saat gejala campak pada bayi sudah muncul demam, cara paling ampuh untuk meredakan demam adalah melakukan kompres air hangat. Moms juga bisa memberikan paracetamol maupun ibuprofen. Mengenai kadar obat yang dapat ditoleransi bayi, ada baiknya konsultasi dengan bidan atau dokter lebih dulu.

4. Terapi Uap

Cara berikutnya yang bisa Moms lakukan untuk bayi, adalah dengan memberikan terapi uap. Terapi ini baik untuk segala umur, cara ini ampuh untuk meredakan pilek dan penyebaran virus pada jalur pernapasan.

5. Meningkatkan Asupan Vitamin A

Cara selanjutnya yang bisa meredakan campak adalah dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung Vitamin A. Selain makanan, Moms juga bisa memberi vitamin A instan dengan dosis maksimal 100.000 IU. 

6. Istirahat yang Cukup

Untuk buah hati yang mengalami gejala campak, ada baiknya Moms memberikan porsi istirahat yang cukup. Pastikan bayi tidak ikut dalam kegiatan berat, dengan istirahat tubuh akan merespon dengan memperkuat metabolisme tubuh bayi.

7. Periksa dan Konsultasi dengan Dokter Anak atau Spesialis Kulit

Moms perlu mengambil tindakan segera jika bayi mengalami gejala linglung, sulit dibangunkan, sulit bernapas, sakit kepala, pucat, cairan kuning pada mata, maupun demam selama 4 hari.

Lakukan pemeriksaan lanjut kepada dokter anak maupun dokter spesialis kulit. Selain itu, Moms juga bisa melakukan pemeriksaan awal kepada bidan yang menangani kelahiran bayi. Pastikan bayi mendapat penanganan yang sesuai dengan kondisi yang dialami.

Sudah Tahu Cara Mengatasi Penyakit Campak pada Bayi?

Nah, itulah cara ampuh untuk mengatasi campak pada bayi yang perlu Moms pelajari. Jika bayi mengalami gejala-gejala campak, jangan panik dan segera lakukan cara-cara di atas!

Tagged in: