Penyakit kulit pada anak merupakan penyakit yang umum terjadi. Penyakit ini sangat bervariatif gejala dan tingkat keparahannya.

Sebagian penyakit ini memang terkadang sifatnya sementara, jadi bisa hilang dengan berjalannya waktu. Akan tetapi ada juga penyakit kulit yang sifatnya permanen tapi tidak terasa sakit atau nyeri.

Ada juga beberapa penyakit kulit yang bersifat genetik tapi ada juga yang terjadi karena tertular dari yang lainnya.

Disini akan dibahas beberapa penyakit kulit pada anak yang umum terjadi. Mengetahui berbagai penyebab dan cara untuk mengobatinya.

Jenis Penyakit Kulit pada Anak

1. Varisela dan Herpes Zoster (HZ)

Penyakit kulit pada anak yang pertama yaitu penyakit varisela dan herpes zoster (HZ). Virus in termasuk dalam keluarga virus herpes atau herpesviridae. Virus ini secara primer bisa menyebabkan penyakit cacar air.

Sedangkan untuk reaktivasi VVZ akan menyebabkan herpes zoster atau cacar ular atau dikenal juga cacar api pada Si Kecil.

Keberadaan virus ini dikenal sangat menular, diketahui sekitar 90% banyak menyerang anak yang berusia kurang dari 10 tahun. Sekitar 5% menyerang orang dewasa yang berumur sekitar 15 tahun.

Untuk penularan virus ini cepat karena bisa melalui udara dan bisa juga melalui kontak langsung dengan penderita.

2. Dermatitis Atopik

Dermatitis atopik (DA) merupakan salah satu penyakit kulit pada anak, penyakit ini biasa dikenal dengan sebutan eksim. DA ini terjadi dengan gejala seperti terjadi peradangan kulit yang kronis dan residif. Penyakit ini dipengaruhi oleh lingkungan dan menimbulkan rasa gatal di kulit.

Untuk faktor risiko yang dinyatakan berkaitan dengan penyakit dermatitis atopik ini di antaranya:

  • Genetik : Penyakit ini berupa penyakit genetik dalam keluarga.
  • Sosioekonomi : Kondisi tersebut lebih banyak ditemukan pada status sosial yang dianggap lebih tinggi jika dibandingkan dengan status sosial yang terlihat lebih rendah.
  • Laktasi : Anak yang banyak mendapatkan ASI maka kemungkinan terkena DA semakin kecil
  • Pengenalan akan makanan padat dianggap terlalu dini atau sebelum usia 4 bulan : Hal ini akan bisa meningkatkan angka eksim yaitu sebesar 1,6 kali.
  • Polusi lingkungan, antara lain berada di daerah industri dengan peningkatan akan polusi udara.

Rasa gatal yang dirasakan penderita bisa hilang timbul selama sepanjang hari, akan tetapi lebih banyak terasa pada malam hari.

Adanya rasa gatal yang berlebih ini pada malam hari membuat anak jadi terganggu tidurnya. Aktivitas menggaruk yang dilakukan oleh anak menimbulkan berbagai macam masalah di kulit seperti luka lecet, luka basah dan lain sebagainya.

3. Pioderma

Pioderma merupakan salah satu penyakit kulit pada anak yang lainnya. Penyakit ini muncul karena adanya suatu infeksi bakteri kulit yang dikenal Staphylococcus dan Streptococcus atau bisa karena kedua-duanya.

penyakit kulit pada anak

Faktor yang menyebabkan munculnya penyakit ini yaitu :

  • Higienitas yang sangat kurang
  • Menurunnya akan daya tahan tubuh seperti kekurangan gizi, anemia, dan penyakit kronik lainnya.
  • Sudah ada penyakit lainnya yang terdapat di kulit

4. Skabies

Skabies merupakan salah satu penyakit kulit, berupa kelainan yang terdapat pada kulit yang disebabkan oleh infestasi atau sensitisasi oleh kutu Sarcoptes scabiei.

Penyakit ini bisa menyerang siapapun tanpa membedakan usia atau jenis kelamin. Tetapi penyakit ini sangat umum menyerang pada bayi  dan anak-anak hingga usia remaja.

Skabies ini juga dikenal penyakit kulit yang sangat menular. Penularannya bisa melalui kontak langsung dengan penderita, kontak langsung dengan kulit yang cukup lama.

Penularan secara tidak langsung juga bisa terjadi. Penularan bisa melalui pakaian ataupun handuk yang dipakai bersama.

Rasa gatal tersebut biasanya dirasakan pada malam hari atau bisa juga dirasakan ketika cuaca terasa panas. Masalah yang terjadi pada kulit ini bisa berupa bintil yang terlihat berisi cairan yang jernih atau berisi nanah.

Adanya rasa gatal berlebih di kulit menyebabkan penderita sering menggaruk kulit sehingga bisa terjadi luka lecet.

Berbagai luka yang terdapat pada kulit ini bisa menyebar ke seluruh tubuh dan ini biasanya terjadi pada usia anak yang kurang dari 2 tahun. Sedangkan pada bayi biasanya ditemukan pada wajah dan kulit kepala.

5. Moluskum Kontagiosum

Penyakit kulit pada anak ini diketahui bisa disebabkan oleh adanya infeksi virus Molluscum contagiosum, ini merupakan salah satu bagian dari virus pox. Gejala yang biasa muncul seperti terlihat papul ataupun berupa benjolan licin sewarna kulit atau bisa juga seperti mutiara. Penyakit ini biasa terjadi pada anak usia 2-5 tahun.

Inilah beberapa penyakit kulit pada anak yang biasa menyerang anak-anak. Menjaga kebersihan perlu dilakukan supaya bisa terhindari dari berbagai macam penyakit kulit ini.